BERPINDAHNYA WALI AQRAB KEPADA WALI AB’AD DALAM AKAD NIKAH

Dengan mencermati tulisan dalam sebuah kitab karangan ulama besar Kalimantan Selatan, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary, yaitu kitab Bab an Nikah halaman 7 sampai dengan 8 bahwa berpindahnya hak perwalian dalam akad nikah dari wali aqrab (yang lebih dekat) kepada wali ab’ad (yang lebih jauh) saya intisarikan pada keadaan sebagai berikut :

  1. Hamba sahaya orang;
  2. Fasik, termasuk pula tidak beragama Islam;
  3. Belum baligh;
  4. Gila;
  5. Dungu/tidak sempurna akalnya/idiot;
  6. Cidera akalnya karena sangat tua/pikun/sakit sekira-kira tiada dapat ia memilih kufu’ dan maslahat.
  7. Khuntsa musykil artinya mempunyai alat kelamin laki-laki dan perempuan;
  8. Mutasyabbihun bin nisa (menjadi waria);
  9. Bisu dan tuli serta tidak dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat.

Apabila keadaan wali aqrab seperti di atas (baik sifatnya alternatif maupun kumulatif) maka berpindahlah hak perwalian dalam akad nikah kepada kepada wali ab’ad sesuai dengan tata urutan wali nikah dalam mazhab Syafi’iyah.

About roeyani
South Borneo, nice place to be here, virgin forest, friendly people, dayak community at Meratus mountain, swimming cows, cheap every thing, easy staying in local people's home, secure journey.... so come to my place.....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s