Siswa MAN 2 Demo Pesta Rakyat

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Dari puluhan poster yang dibawa para siswa itu ada tulisan yang menyebutkan, bahwa mereka diusir jam satu malam, ikan busuk dijual, jangan tindas hargai pelajar, kami pelajar suka diajar bukan dihajar, jangan bilang pesta rakyat kami di usir. Selain itu, berbagai tulisan lainnya juga diangkat yang berisi apa salah kami, kenapa tenda kami di bongkar, dan lain-lain.

Poster-poster yang terbuat dari karton tersebut diangkat dan diarak keliling lokasi pesta rakyat. Dan itu tentu saja menyedot perhatian pengunjung. Setelah puas berkeliling lokasi pesta rakyat, merekapun lantas menuju Pendopo Kabupaten. Sayangnya, aksi para siswa tersebut tertahan oleh blokade polisi dari satuan lalulintas yang kebetulan berada di depan jalan pendopo.

Dari keterangan salah seorang siswa yang mengaku bernama Rahmida, aksi yang mereka lakukan tersebut karena merasa kecewa dengan sikap panitia yang arogan. Menurutnya, sebelum mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari panitia, sekolahnya telah menempati tenda sesuai dengan denah yang ditetapkan panitia, yakni di ujung dekat Jembatan Antaludin, samping kanan Lapangan Lambung Mangkurat dengan nomor tenda 59 dan beberapa tungku yang dibeli ke pihak Dinas Koperindakop.

Selanjutnya, oleh panitia dipindah dengan alasan lokasi yang mereka tempati sudah diisi oleh pihak kecamatan. Sebelum pindah, terlebih dahulu dilakukan negosiasi. Mereka mau pindah, asalkan nomor pendaftaran 59 tidak diganti. Negosiasi berhasil, tempat merekapun pindah tapi nomor tetap sama. Selanjutnya, oleh panitia tenda mereka ditempatkan di depan Ring Basket di posisi kiri lapangan.

Setelah menempati tempat yang baru, para siswa dibantu guru langsung mendekorasi tenda yang mereka tempati. Demikian juga dengan peralatan masak-memasak dan puluhan tungku sudah disiapkan. Dari pukul 16.00 hingga pukul 22.00 Wita. Sampai disini semuanya berjalan lancar sesuai dengan rencana.

Tiga siswa bertahan menjaga stand yang baru mereka hias. Selanjutnya, beberapa siswa dan guru lainnya berangkat ke Expo Kandangan yang ada di Desa Bakarung. Setelah memasuki pukul 00.00 Wita, tiba-tiba tiga panitia datang dan langsung meminta para siswa tersebut untuk membongkar tenda yang baru selesai mereka dekor untuk dipindahkan ke tengah lapangan.

Mendapatkan perintah tersebut, ketiga siswa yang menjaga stand kaget dan meminta panitia untuk bersabar. Karena mereka sedang menunggu guru mereka. Tapi, oleh ketiga panitia yang mendatangi, tidak menggubris permintaan siswa, dan langsung mengangkat tenda milik mereka yang sudah siap digunakan hingga berantakan.

Bahkan, salah seorang panitia yang datang ke tempat siswa MAN tersebut, sempat mengeluarkan kata-kata kasar. “Jika tidak mau pindah, angkat tenda dan keluar dari sini,” ujar Rahmida menceritakan perlakuan salah seorang panitia yang mendatangi standnya Karena sakit hati dan kecewa atas perlakuan kasar panitia tersebut, maka diputuskan pada malam itu juga mereka menarik diri dan tidak ikut memeriahkan pesta rakyat.

Selain itu, karena jam sudah menunjukan pukul 01.00 dinihari, jika menuruti kemauan panitia, maka waktu yang tersedia tidak dapat mencukupi lagi untuk berbenah. Sebab memindah dan mendekor akan menghabiskan waktu dan tenaga, belum lagi persiapan yang dilakukan pada keesokan harinya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten H Royama didampingi stafnya Khairul Rachman yang juga menjadi koodinator seksi pesta rakyat, ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, membantah telah mengusir dan memindahkan tenda siswa MAN tersebut.

Menurut Royama, pihaknya hanya membantu mengangkat tenda yang ditempati para siswa MAN tersebut, ke tengah lapangan.  Sebab, tempat yang ditempati siswa itu, adalah untuk parkir VIP. Ketika ditanya, mengapa sejak awal pemindahan, panitia tidak mengatakan kepada siswa dan malah menganjurkan mendirikan tenda dilokasi lokasi parkir VIP.

Royama yang dikonfirmasi beralasan peserta yang datang semakin banyak, sehingga denah yang ada tidak bisa digunakan dengan baik. Ketika ditanyakan, siapa yang memindah tenda para siswa hingga berantakan tersebut, Royama mengatakan tidak mengetahuinya. (rif/ram)

Sumber : http://www.radarbanjarmasin.co.id/index.php/berita/detail/Utama/38741 (diakses tgl 04 Des 2012 pukul 13:55 WITA)

foto-foto dalam postingan ini koleksi pribadi.

About roeyani
South Borneo, nice place to be here, virgin forest, friendly people, dayak community at Meratus mountain, swimming cows, cheap every thing, easy staying in local people's home, secure journey.... so come to my place.....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s